Islam Itu Penuh Kasih Sayang

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal.  Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).

 

Sebenarnya dalam Islam tidak mengenal Hari Kasih Sayang, kasih sayang dalam Islam terhadap sesama tidaklah terbatas dengan waktu dan dimanapun berada, baik untuk keluarga, kerabat, dan sahabat yang semuanya masih dalam koridor-koridor agama Islam itu sendiri. Nabi Saw., bersabda : “Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” (H.R. Bukhari). Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : “Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari” (HR. Muslim)

 

Disini jelas bahwa kita dianjurkan sekali untuk saling menjaga dan menghargai antar sesama sebagai tanda kasih sayang yang mesti dihormati. Hal ini untuk menghindari berbagai keburukan serta dapat mengenal antar sesama untuk memperkuat dan menjaga tali persaudaraan. Dalam hadits Nabi saw.: “Perumpamaan orang-orang Mukmin dalam hal kecintaan, kasih-sayang dan belas kasihan sesama mereka, laksana satu tubuh. Apabila sakit satu anggota dari tubuh tersebut maka akan menjalarlah kesakitan itu pada semua anggota tubuh itu dengan menimbulkan insomnia (tidak bisa tidur) dan demam (panas dingin). (HR. Muslim). Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Baihaqi melalui Anas ra. Nabi bersabda : “Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang”, jadi jelas bahwa yang masuk surga itu hanyalah orang-orang yang mempunyai rasa kasih sayang yang tanpa dibarengi dengan niat-niat jelek. Rasa kasih sayang yang diniatkan karena Allah, bukan karena keuntungan dan kesenangan duniawi.

Makna kasih sayang tidaklah berujung, sedangkan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama sepanjang kehidupan di dunia ini ada, tentunya dalam koridor-koridor Islam. Ini berarti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri.

 

Rasulullah saw. bersabda, “Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah” Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi). Dalam hadis tersebut kasih sayang seorang Muslim tidaklah terhadap saudara se-Muslim saja, tapi untuk semua umat manusia. Rasulullah saw. bersabda, “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi.” Wahai Rasulullah, “Semua kami pengasih,” jawab mereka. Berkata Rasulullah, “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia).” (H.R. Ath-Thabrani).

 

Bahkan, bukan hanya kepada manusia saja ajaran Islam yang tinggi ini telah mengajarkan bagaimana kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan yang harus direalisasikan. Abu Bakar Shiddiq ra. pernah berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, “Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu.” Sebuah nasihat ini walau dalam keadaan untuk perang, ajaran Islam tetap memancarkan kasih sayangnya terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan.

 

Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir , saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya. Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).

 

Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia. Maka memang pantas bahwa Islam dikatakan sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin.

 

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman : “Aku adalah Ar-Rahman. Telah Aku ciptakan Ar-Rahiim dan Aku petikkan baginya nama dari nama-Ku. Barangsiapa yang menghubungkannya niscaya Aku menghubunginya (dengan rahmat-Ku); dan barangsiapa memutuskannya niscaya Aku memutuskan hubungan-Ku dengannya; dan barangsiapa mengokohkannya niscaya Aku mengokohkan pula hubungan-Ku dengannya. Sesungguhnya Rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku” (Hadits Qudsi, riwayat Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan Baihaqi)

 

 

No comment »

Ketika Tirai Tertutup

“Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yg lain, kecuali Allah menutupi keburukannya pada hari kiamat” (HR Muslim)

 

Ketika mendengar sebuah berita “miring” tentang saudara kita, apa reaksi kita pertama kali ? Kebanyakan dari kita dengan sadarnya akan menelan berita itu, bahkan ada juga yang dengan semangat meneruskannya kemana-mana.

 

Kita ceritakan aib saudara kita, sambil berbisik, “sst! ini rahasia lho!”. Yang dibisiki akan meneruskan berita tersebut ke yg lainnya, juga sambil berpesan, “ini rahasia lho!”

 

Kahlil Gibran dengan baik melukiskan hal ini dalam kalimatnya, “jika kau sampaikan rahasiamu pada angin, jangan salahkan angin bila ia kabarkan pada pepohonan.”

 

Inilah yang sering terjadi. Saya memiliki seorang rekan muslimah yang terpuji akhlaknya. Ketika dia menikah saya menghadiri acaranya. Beberapa minggu kemudian, seorang sahabat mengatakan, “saya dengar dari si A tentang “malam pertamanya” si B.” Saya kaget dan saya tanya, “darimana si A tahu ?” Dengan enteng rekan saya menjawab, “ya dari si B sendiri! Bukankah mereka kawan akrab… “. Masya Allah! rupanya bukan saja “rahasia” orang lain yang kita umbar kemana-mana, bahkan “rahasia kamar” pun kita ceritakan pada sahabat kita, yang sayangnya juga punya sahabat, dan sahabat itu juga punya sahabat.

 

Saya ngeri mendengar hadis Nabi: “Barang siapa yang membongkar-bongkar aib saudaranya, Allah akan membongkar aibnya. Barangsiapa yang dibongkar aibnya oleh Allah, Allah akan mempermalukannya, bahkan di tengah keluarganya.”

 

Fakhr al-Razi dalam tafsirnya menceritakan sebuah riwayat bahwa para malaikat melihat di lauh al-mahfudz akan kitab catatan manusia. Mereka membaca amal saleh manusia. Ketika sampai pada bagian yang berkenaan dengan kejelekan manusia, tiba-tiba sebuah tirai jatuh menutupnya. Malaikat berkata, “Maha Suci Dia yang menampakkan yang indah dan menyembunyikan yang buruk.”

 

Jangan bongkar aib saudara kita, supaya Allah tidak membongkar aib kita.

“Ya Allah tutupilah aib dan segala kekurangan kami di mata penduduk bumi dan langit dengan rahmat dan kasih sayang-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah”

 

” Barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak menghindarkan api Neraka dari wajahnya”. (Hadits Riwayat Ahmad)

 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka , karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang . (QS Al-Hujurat:12)

 

No comment »

Masalah hidup itu seperti garam

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijaksana. Pada suatu pagi, datang seorang anak muda yangs sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan wajahnya terlihat ruwet. Anak muda itu memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

 

Tanpa membuang waktu, anak muda itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Pak tua lalu mengambil segenggam garam dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Lalu Pak tua itu menaburkan garam itu ke dalam gelas yang telah diisi air, kemudian di aduk-aduk perlahan-lahan.”Coba minum air ini dan katakan apa rasanya…” ujar pak tua.

Pahit…pahit sekali, jawab sang anak muda sambil meludah ke samping. Pak tua sedikit tersenyum lalu mengajak anak muda itu untuk berjalan ke tepi telaga yang berada di dalam hutan dekat tempat tinggal orang tua tersebut. Keduanya berjalan berdampingan, akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

 

Pak tua itu lalu menaburkan kembali garam yang ada di genggamannya ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, pak tua mengaduk-aduk telaga dan terbentuk riak air, mengusik ketenangan telaga tiu. Lalu pak tua itu berujar, “coba ambil air dari telaga itu dan minumlah.” Ketika anak muda itu selesai mereguk air, pak tua berkata lagi,”Bagaimana rasanya?”

 

“segar..segar..” sahut anak muda itu.”Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?” tanya pak tua lagi.”Tidak” jawab si anak muda itu.

 

Dengan bijak, pak tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Lalu ia mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.” Anak muda dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam. Kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung dari pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

 

Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat.”Hatimu adalah wadah itu. Tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu lalu merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

 

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan pak tua, si orang bijak itu kembali menyimpan segenggam garam, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

 

 

Comments (1) »

Merubah Takdir dengan doa

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do’a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba- Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.

Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik…!

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60)

Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ

“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

 

No comment »

Bila Kau Ingin …

Rasulullah Saw. bersabda,

 

 

Bila engkau ingin dicintai Alloh SWT,

takutlah kepada-Nya dan bertakwalah.

 

Bila engkau ingin dicintai para makhluk,

berbuat baiklah kepada mereka dan jangan berharap sesuatu dari yang mereka miliki.

 

Bila engkau ingin diperkaya dalam harta,

maka zakatilah harta bendamu.

 

Bila engkau ingin disehatkan badanmu,

maka per-banyaklah shodaqohmu.

 

Bila engkau ingin diperpanjang umurmu,

maka bersilaturrahmilah kepada kaum kerabatmu.

 

Bila engkau ingin dikumpulkan bersamaku di padang mahsyar,

maka perpanjanglah sujudmu kepada Alloh Yang Maha Esa dan Maha Perkasa.”

No comment »

Menapak Sang Waktu

Ya Allah,

Jadikanlah awal hari kami kebajikan,

Pertengahannya keberhasilan,

Dan akhirnya adalah memperoleh apa yang diharapkan

 

Ya Allah,

Jadikanlah awal hari kami rahmat.

Pertengahannya nikmat,

Dan akhirnya adalah anugerah dan kehormatan

 

Ya Allah,

Hindarkanlah kami dari sifat senang menunda,

Penuhilah waktu kami dengan manfaat,

Dan jadikanlah hidup kami hidup yang bersinambung

Dan bertambah didalamnya segala macam kebajikan

 

Ya Allah,

Aturlah urusan kami,

Limpahkan kemurahan-Mu pada kegiatan dan waktu-waktu yang kami lalui,

Serta hujanilah kami kasih sayang dan pengampunanMU

 

Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar

Comments (2) »

Yang tertinggal

Ada untaian cerita yang tertinggal
Ada proses langkah yang terlewatkan
Yang belum sempat aku rekam
Dalam sebuah buku untaian kata yang panjang
Ia terserak diambang angan-angan
Dan tak mungkin dirapikan orang

Aku sendiri kadang lupa dan lalai
Kenapa agenda peristiwa tak tercatat rapih dalam tulisan
Kenapa langkah angan tak direncanakan matang
Hingga waktu melompat jauh dari tahun demi tahun

Aku sadar untaian kata harus ada yang ku tuliskan
Yang tidak akan membuat langkahku berulang terjungkal
Karena lalai meninggalkan cerita, langkah, dan angan
dalam sebuah goresan tinta
yang telah direncanakan matang

Aku sadar jejak langkah perjalananku telah lewat
Aku hanya merenung berfikir panjang
mengambil segala pelajaran yang kudapat
Yang akan aku catat rapih dengan indah
Sebagai langkah kehidupan menuju masa depan yang lebih indah

Lupakan cerita masa lalu yang kelam
Mari sambut kisah masa depan yang lebih gemilang
Dengan ridhoMU YA RABBKU
Tuhan Semesta Alam

Comments (2) »

Aku Dimakamkan Hari ini ….

Perlahan,
tubuhku ditutup tanah,
perlahan,
semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
aku sendirian,di tempat gelap yang tak pernah terbayangkan sebelumnya,
dingin dan sendiri,menunggu keputusan…

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir,
tak juga tinggal,
Apalagi sekedar tangan kanan,
kawan dekat rekan bisnis,
atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka…..

Istriku menangis,sangat pedih,
aku pun demikian !
Anakku menangis, tak kalah sedih,
Dan demikian aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri disini,
menunggu perhitungan …

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri…
karena ku tahu…
sejak aku lahir
aku tahu….
aku harus mati !!!

Ya Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja…
atau beberapa menit saja !

Aku harus berkeliling,
memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi….

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg
sering ku umbar dulu…..

Ya …. Tuhanku,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta !

teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangMu !

beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama2 degan mereka …

begitu sesal diri ini,
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-sia’an belaka,
kesenangan yg pernah kuraih dulu,
kini tak ada artinya,
sama sekali mengapa ku sia sia’kan saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu …

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan …

Astaghfirullah hal adzim….
Irhamnaa Ya arhamarrohimmin !
Ya,ghofar,
Ya,Aziz,
Ya,Rohman,
Ya,Rohiim,
Ya,Robbal alamiin.

“[36:54] Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dgn apa yg telah kamu kerjakan !”

Mudah2an bisa menjadi Renungan buat kita semua….
agar kita lebih bijaksana dlm mengarungi bahtera kehidupan yg hanya…
sebentar saja…..

No comment »

Menjadi Teman Yang Baik

ZAMAN sekarang, teman sejati masih ada nggak ya? Jika kita belum pernah menemukan teman yang sangat kita sukai, awalilah dengan menjadi seorang bisa disukai teman-teman kita. Kita intip dulu tips berikut ini:

1. Jadilah pendengar yang baik buat teman-teman kita. Jangan pernah sekalipun kita bersikap menggurui. Memberi nasihat boleh-boleh aja, tapi jangan melakukannya dengan cepat. Pelahan-lahan namun pastikan teman kita itu mendengarkannya.

2. Setiap orang memiliki pribadi yang unik dan khas. Cobalah mengerti bagaimana karakter teman kita. Hormatilah pendapatnya. Walau kadang kalian bisa saling berbeda pendapat dan keyakinan, namun pasti ada jalan tengah yang bisa ditempuh asal jangan tergesa-gesa memutuskannya.

3. Peliharalah kepercayaan yang telah diberikan oleh teman dekat kita itu. Jangan pernah sekali-kali kita mengobral rahasia teman pada orang lain. Saling jaga rahasia, anggap saja diantara kita dan sahabat kita ada sebuah permainan yang hanya bisa dimainkan oleh kita dan teman kita.

4. Berilah dukungan dan pujilah teman kita, kesampingkan kesalahannya dan kelemahannya.

5. Jangan pernah merasa iri kepada teman kita. Kebahagiaannya adalah bahagia milik kita juga. Ikut berbahagialan atas keberhasilan teman kita.

6. Dekat bukan berarti harus tergantung satu sama lain. Berikan pertolongan secukupnya. Jagalah ‘jarak’ yang wajar. Mundurlah sedikit bila kita merasa pertemanan sudah terlampau dekat. Sebaliknya, mendekatlah kala kita merasa pertemanan sudah semakin renggang.

7. Sisihkan waktu untuk melakukan kegiatan refresing bersama. Kembangkan sikap toleransi, fleksibelitas, asertive, empati dan belajar saling memahami.

8. Jangan pernah ragu untuk minta maaf pada teman saat kita melakukan sebuah kesalahan padanya. Setelah itu berusahalah perbaiki kesalahan kita. Begitu pula sebaliknya, berikan maaf dan lupakan kesalahannya jika ia bersalah.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Comments (2) »

Bu …. Aku Ingin Nikah

Bu …
Kian hari umurku semakin beranjak tua, aku ingin sekali memiliki pendamping yang sayang sama aku dan sayang pula sama ibu dan adik-adik, adakah dia untukku,bu?

Bu …
Aku selalu manja denganmu, aku ingin selalu didekatmu, jika aku menikah nanti, akankah pendampingku mau hidup bersama denganmu, berbagi rasa, berbagi cinta dengan selalu menghargai & menghormatimu?

Bu …
Aku sadar dengan usiamu yang kian hari semakin tua, yang mungkin semakin menurun kesehatan tubuhmu, jika aku menikah nanti, akankah pendampingku akan setia penuh perhatian merawat dan menjagamu dikala aku tidak ada di dekatmu?

Bu …
Akankah aku mampu mendapatkannya?Dia yang baik untukku dan untukmu, sehingga aku semakin sayang padanya.

Bu …
Doakan aku dan ridhoi aku …

Untukmu ibu, semoga aku mampu mendapatkannya dan tidak salah untuk memilihnya.

amin

(dari relung hati)

Comments (3) »